Ini curhatan Kang Damar nih tentang keadaan sekarang, bukan keluhan,,,, karena mengeluh memang tidak akan menyelesaikan masalah bukan?. Walaupun Saya bukan pengguna angkutan tapi memang sering terngiang ditelinga ini jeritan para dhuafa (ciee bahasanya), yang merasa terbebani dengan ini. Memang seharusnya dengan turunnya BBM tarif juga ikutan turun harusnya, tapi apa hendak dikata nasi sudah menjadi bubur (gak nyambung banget).
Pada siapa kita hendak mengadu,,,,pernah nih Kang damar tanya ke sopir angkot tentang tarif angkutan yang tetap naik walaupun BBM sudah turun , nah si sopir temen Kang Damar bilang ,,’ Lha Kang gimana kita mo nurunin ongkos wong sibos angkotnya kagak mau nurunin SETORAN.’ nah ketahuan sekarang ternyata biang keladi dari ini semua adalah si Bos yang punya angkotnya, jadi memang si sopir juga korbannya juga beeeuuh. Hmmmm apa memang begitukah sifat orkay? memang tidak semuanya begitu tergantung orangnya juga, tapi kebanyakan begitu juga he he he he.
Sahabat semua,,, memang tidak mudah melewati ini semua, tapi memang kita sebagai rakyat biasa hanya bisa bertahan dan memang harus bertahan dengan keadaan seperti ini, Toh rezeki Allah yang mengatur,Dia Maha Pengasih dan Penyayang.
Ingatkah cerita seekor burung yang berangkat pagi dengan perut kosong dan pulang selalu dalam keadaan kenyang, Itulah Maha Penyayang Allah walau hanya burung sekalipun tetap dikasih rezeki kan……..Allah maha Pengatur yang Sebaik baiknya mengatur. Bagaimanapun keadaan kita sekarang, bagaimanapun keadaan Negara yang kita tinggali sekarang, bagaimanapun kacaunya Zaman yang kita alami sekarang tetap teguh pada satu keyakinan bahwa Tuhan selalu memberikan Kasih Sayangnya untuk semua makhluk yang notabene adalah milikNya. Yakin dan Percaya
Salam Kang Damar
postingan ini bisa kalian cari dengan Keyword:
BBM turun tapi tarif angkutan tetap naik
0 komentar:
Posting Komentar